Maafkan aku suamiku,

Cikarang, 03 Februari 2011,

Ayangku,

Aku tahu berkali kali aku telah melukai hatimu, dengan kata – kataku dan perbuatanku yang kekanak kanakan,tapi demi Alloh yang, itu tidak keluar dari hatiku yang paling dalam, setiap kali aku mengeluarkan kata – kata itu sebenarnya sisi hatiku yang lain juga terluka, sakit, karena aku menyakiti hati orang aku sayangi.

Ayangku,

Aku tidak pernah menginginkan keadaan seperti ini (ribut2), tujuanku menikah denganmu adalah untuk meraih Rido-NYA, dan mendapatkan keluarga yang sakinah, susah senang kita nikmati bersama sebagai ujian dari – NYA.

Ayangku,

Maafkan aku atas sikapku selama ini,maafkan atas ketidak sempurnaanku menjadi seorang istri bagimu, ampuni aku dunia – akherat, Insya Alloh, maafku ini tulus dari lubuk hatiku.Dan tetap bimbing dan tuntun aku, agar menjadi istri yang baik di hadapanmu dan Alloh SWT.

Ayangku,

Aku terkadang merasa sakit hati dan terhina, dengan kata – kata dan perbuatanmu, yang menurutku sudah di luar batas, dan aku meresponnya dangan ”tunai” (langsung marah), karena aku tidak suka berpura – pura dan tidak bisa menyembunyikan sakit hatiku.

Ayangku,

Mungkin kamu tidak tahu betapa aku mencintaimu, aku ingin mengabdi kepadamu secara ikhlas dan tulus, karena engkau adalah Imamku dunia dan insya Alloh akheratku.

Ayangku,

Aku ingin keterbuaan diantara kita, jangan sampai ada lagi yang menyakiti hati masing – masing di antra kita, karena kita adalah satu bagian tubuh yang menyatu, yang jika ada salah satu terluka dari anggota tubuh kita, maka sakitlah kita.

Ayangku,

Jangan pernah sakiti aku lagi dengan kata – kata dan perbuatanmu yang pernah membuatku marah.

Insya Alloh, kita akan membangun keluarga kita dengan bahagia dan cinta, dalam lindungan dan Barokah – NYA,selamat dunia – akherat untuk mendapatkan Ridho-NYA. (Amien…)

Filled Under: Surat

Pray for Indonesia

pray-for-indonesiaMentari dengan wajah murung, menatap bumi pertiwi, yang lagi - lagi di timpa bencana, Banjir dan macet parah yang melanda Ibu kota, Tsunami di kepulauan mentawai dan letusan Gunung Merapi di Yokyakarta, padahal belum sembuh luka pertiwi akibat banjir yang melanda Wasior, apa lagi gerangan yang akan terjadi dengan nusantara ini….

Mentari dan penghuni kerajaan langit hanya bisa berdo’a untuk keselamatan bumi pertiwi….

Filled Under: curhat

Bingung

Tak tau apa yang mesti aku ketik disini, sudah hampir setahun ini isi kepalaku terasa tumpul, terlalu banyak memory yang terekam, sehingga tak satu alineapun bisa aku ingat dengan baik untuk aku salin di sini.

Berbeda sekali dengan sang inspiratorku, sepertinya tidak pernah kehabisan cerita, alinea demi alinea selalu dituliskan dalam blognya dengan rapi dan menarik, yah saat ini aku hanya menjadi pengunjung setia di blognya saja.

Tapi aku masih ingin tetap disini, memerangi kegundahan hati dengan alinea pengusir sepi, sahabat sejati yang aku dapat dari sini, kadang pertengkaran kecil juga mewarnai menjadikan dunia maya ini penuh warna…

Aku ingin kembali disini….

s6303556

Filled Under: Uncategorized

Mengambil Hikmah dari “Amarah”

Kemarin aku mengumpat tentang orang yang merusak hariku dengan sebuah komentar yang saat itu menyinggung perasaanku,mungkin aku marah karena timingnya pas aku sedang sensitive,jadi saat itu reaksi spontanku adalah “marah”.

Butuh waktu satu kali duapuluh empat jam buatku untuk merenungi dan mengambil hikmah dari kejadian itu,bahwa tak selamanya manis itu enak,karena sewaktu - waktu kita akan bosan dengan rasa manis, jadi peristiwa kemarin, membuat kombinasi hidupku menjadi lebih berwarna,tidak selamanya rekan kerja bisa membuatku merasa nyaman, tapi kadang juga bisa membuatku marah dan kesal, begitu juga sebaliknya, mungkin dia juga pernah merasa tidak nyaman atau tersinggung dengan coment yang aku lontarkan untuknya.

Tuhan, ampuni aku , atas kesalahanku kemarin, aku telah “mencaci” umat-MU,Insya Alloh akan kupetik hikmah dari peristiwa ini, agar aku menjadi seorang yang sabar.

Si “MR. Coment”

Senin Pagi, mood aku sudah dirusak dengan komentar si “Mr. Coment” , mulutnya tidak pernah bosan memberikan komentar yang “menjatuhkan” untuk setiap orang yang di komentarinya.

Dia merasa dirinyalah yang paling sempurna di seantero kantor ini, sombong, sok, belagu, itulah nilai “plus” yang dimilikinya,ingin sekali aku upload gambarnya di judul tulisanku ini, tapi aku sadar, jika aku berbuat seperti itu apa bedanya aku dengan dirinya???

Biarlah “Si Mr. Coment” merasa dirinya paling sempurna, mungkin hanya sebatas itu kepuasannya sebagai manusia, suatu saat aku yakin Tuhan akan menunjukkan kebenaran, dan membalaskan atas sikap - sikapnya untukku.

Hiii MR. Coment, ingatlah !!! ada pepatah yang mengatakan “Mulutmu, Hari maomu….!!!!!!!!”